Washington (KABARIN) - Militer Amerika Serikat dikabarkan telah menyusun rencana untuk mengamankan uranium yang telah diperkaya milik Iran. Proposal ini diajukan oleh Pentagon kepada Presiden Donald Trump, seperti dilaporkan The Washington Post.
Rencana tersebut disebut muncul atas permintaan langsung Trump dan dipresentasikan pekan lalu. Operasi yang diusulkan bukan perkara sederhana karena melibatkan misi berskala besar dengan risiko tinggi serta waktu pelaksanaan yang tidak singkat.
Dalam skenarionya, pasukan dalam jumlah besar bersama peralatan khusus harus diterjunkan melalui jalur udara untuk mengambil material radioaktif dari lokasi penyimpanan. Proses ini dinilai sangat rumit karena harus menembus struktur pelindung yang kuat.
“Anda harus mendapatkan peralatan penggalian, menembus beton dan pelindung timbal … dan kemudian entah bagaimana mencapai bagian dasar silo tersebut, mengeluarkan kontainer berisi material nuklir, dan menerbangkannya keluar,” kata salah satu sumber anonim yang mengetahui masalah ini kepada The Washington Post.
Saat ditanya dalam wawancara dengan CBS, Trump tidak memberikan jawaban pasti terkait kemungkinan operasi militer dianggap berhasil tanpa mengambil uranium tersebut. Ia mengaku belum memikirkan hal itu dan menilai lokasi penyimpanan uranium berada sangat dalam sehingga sulit dijangkau.
Sebelumnya, ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sudah berlangsung cukup lama. Pada pertengahan Juni tahun lalu, Israel melancarkan serangan ke Iran dengan tuduhan adanya program nuklir militer. Teheran membantah dan membalas aksi tersebut hingga memicu rangkaian konflik selama hampir dua pekan.
Amerika Serikat sempat melakukan serangan ke fasilitas nuklir Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal ke pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Situasi sempat mereda setelah diumumkannya gencatan senjata.
Namun, konflik kembali memanas pada akhir Februari 2026 ketika AS dan Israel kembali melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Aksi tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan tersebut.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026